Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Mei 2017

Sepercik Hidayah di Negeri Chopin

Sepercik Hidayah di Negeri Chopin


Jakarta - Serakan sejarah mengendap di tiap sudut Polandia. Tak terkecuali di ibu kota negaranya, Warsawa. Selama 345 tahun, negara ini bergolak untuk mencapai kemerdekaan. Meninggalkan jejak di penjuru kota.

Negara tempat kelahiran pianis-komposer Frederic Francois Chopin ini diklaim sebagai rumah yang ramah bagi muslim Eropa. Jumlah muslim di sini hanya 0,01 % dari 40 juta jiwa warganya. Meski demikian, kaum muda yang memilih Islam sebagai jalan spiritualnya semakin bertambah. 

99 Persen warga Polandia bebas buta aksara. Dari sinilah jendela pengetahuan terbuka lebar, termasuk soal Islam. Dibarengi dengan luasnya toleransi beragama membuat Islam punya ruang untuk bernyawa. Salah satu warga asli Polandia yang bersentuhan dengan Islam melalui literatur adalah Joanna Trochimowicz.

Semakin dalam ia membaca , semakin hatinya tertambat pada Islam. Padahal usianya kala itu masih belia, 15 tahun .

"Saya pertama kali tahu tentang Islam saat belajar di SMP. Dijelaskan Islam bagaikan agama purba, posisi perempuan juga tidak diuntungkan. Tapi saya terus bertanya, 'Kalau seperti itu kenapa banyak sekali muslim di dunia ini?'. Dari situ saya terus mencari tahu dan belajar tentang Islam. Konsep Tauhid, tidak ada Tuhan selain Allah yang membuat saya ingin mengucap syahadat dan menjadi muslim," kisah Joanna. 

Meski keluarga tidak sepenuhnya memahami pilihannya, ia bertekad tetap pada keyakinannya itu. Joanna merasakan, Islam membuat hidupnya lebih berarti, dan termotivasi .

Baru 25 tahun usia Joanna , namun semangat dan kecerdasannya jauh melampaui usia . Sehari-hari, sarjana ilmu psikologi ini aktif di Alejkumka, sebuah organisasi yang aktif melakukan dakwah , dialog lintas agama, mengorganisir kegiatan muslim dan membantu mualaf.

Saat berada di Warsawa-Polandia, Joanna berkesempatan mengajak tim Jazirah Islam menghadiri pernikahan sahabat muslimnya, Adrianna, di Kota Gdansk. Hanya membutuhkan 3 jam untuk sampai di kota di ujung utara Polandia ini, dengan kereta. 

Masjid Gdansk menjadi pilihan Adrianna untuk menikah. Bukan sekedar indah dengan sejarah yang melingkupinya. Namun masjid ini punya makna yang sangat dalam, di sinilah Adrianna mengucap dua kalimat syahadat.

Perasaan haru menyelimuti. Di tempat ini sepasang manusia juga mengikat janji suci. Lebih dari itu, berbagai keyakinan juga menyatu di sini, dengan damai. Meski berbeda agama dengan kedua orang tua dan mayoritas karibnya, namun mereka bisa saling menghargai. Sungguh indah sebuah keberagaman.

Usai ijab qabul, tidak ada pesta. Hanya berkumpul, berbincang dengan keluarga dan sahabat. Sebuah prosesi yang sangat sederhana , tapi tidak kehilangan makna.

Sang suami yang pertama mengenalkan Adrianna pada Islam. Namun Alquran yang menuntun ia pada jalannya kini. Menjadi muslimah , yang bahagia.

"Sudah 5 tahun saya menjadi muslim. Awal perkenalan saya dengan Islam adalah ketika membaca Alquran. Alquran benar-benar merubah cara pandang saya akan kehidupan," tutur Adrianna. 

Perjalanan sejoli ini, baru dimulai. Semoga Allah senantiasa meridhai setiap langkah mereka.

Saksikan kisah para muslim di negeri Chopin, Polandia dalam program "Jazirah Islam" di TRANS 7 pada Jumat 19 Mei 2017, pukul 15.15 WIB
Paripurna Pembukaan Masa Sidang, 324 Anggota DPR Tak Hadir

Paripurna Pembukaan Masa Sidang, 324 Anggota DPR Tak Hadir


Jakarta - DPR menggelar paripurna pembukaan masa sidang ke-V hari ini. Sebanyak 324 anggota dewan tidak hadir dalam sidang paripurna.

Pantauan di Gedung Nusantara II, kompleks parlemen, Senayan, Jumat (18/5/2017), ada 235 anggota DPR yang meneken daftar absensi dari total 559 anggota. Dengan demikian, ada 324 anggota yang tidak hadir. 

Dari 324 anggota DPR yang tidak hadir itu, 58 di antaranya izin. Anggota DPR yang izin tetap dihitung dalam kuorum. 

Bel rapat berbunyi pada pukul 10.30 WIB. Agenda paripurna hanya pembacaan pidato pembuka masa sidang oleh Ketua DPR Setya Novanto. 

Sidang paripurna ini dipimpin Wakil Ketua DPR Agus Hermanto. Pimpinan DPR yang hadir selain Setya Novanto ialah Taufik Kurniawan dan Agus Hermanto. Dua wakil Novanto di DPR, Fahri Hamzah dan Fadli Zon tak hadir. Terakhir diketahui, mereka melaksanakan kunjungan ke luar negeri. 

"Dengan membaca bismillah rapat paripurna ini dinyatakan dibuka," ujar Agus membuka sidang. 

Berikut jumlah anggota DPR yang hadir dari masing fraksi:

Fraksi PDIP: 40
Fraksi Partai Golkar: 35
Fraksi Partai Gerindra: 35
Fraksi Demokrat: 25
Fraksi PAN: 21
Fraksi PKB: 18
Fraksi PKS: 25
Fraksi PPP: 16
Fraksi NasDem: 13
Fraksi Hanura: 7

Total: 235
Izin: 58
122 Napi Rutan Pekanbaru yang Kabur Masih Diburu

122 Napi Rutan Pekanbaru yang Kabur Masih Diburu


Jakarta - Sebanyak 326 dari 448 narapidana di Rutan Pekanbaru yang melarikan diri, sudah kembali ke sel tahanan. Sisanya, masih dalam perburuan polisi. Aparat mengimbau agar 122 narapidana yang masih berkeliaran untuk segera menyerahkan diri.

"Sisanya yang 122 (narapidana, red) kami imbau untuk menyerahkan diri. Masyarakat yang melihat orang asing di sekitar mereka, atau mengetahui keberadaan napi yang kabur, hubungi kantor polisi terdekat," kata Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur, kepada detikcom, Kamis (18/5/2017).

Perburuan para napi dipimpin langsung oleh Kapolres Pekanbaru Kombes Susanto. Pihaknya terus mengidentifikasi keberadaan para napi berbekal data dari pihak rutan dan data dari berkas perkara di penyidik.

"Kami kesulitan mendapatkan data dari tahanan, yang kami dapat informasi hanya nama dan kasus yang dialami. Kami akhirnya membuka file yang ditangani oleh penyidik-penyidik Polri. Kami dapat sudah data itu, sudah dikejar, dipimpin langsung Pak Kapolresta," ucap Guntur.

Ia menambahkan, tim pemburu optimis dapat mengembalikan para narapidana karena mayoritas napi merupakan warga Pekanbaru. "Untuk keluarga, kami juga sudah bersurat," ujar dia.

Kaburnya napi diduga terjadi karena masalah over kapasitas. Rutan Pekanbaru yang seharusnya hanya bisa menampung 561 penghuni, pada kenyataannya dihuni 1.870 orang narapidana. Sementara itu total pegawai di Rutan Pekanbaru hanya 54 orang. Untuk petugas keamanan hanya 30 orang yang dibagi 6 orang setiap regunya.
Warga Pemalang Bunuh Teman Kencan di Hotel

Warga Pemalang Bunuh Teman Kencan di Hotel


Pekalongan - VIS alias Slamet (21) warga Pemalang tega membunuh teman kencannya di sebuah hotel di Kabupaten Pekalongan. Setelah membunuh pelaku langsung kabur dan mengunci kamar hotel.

Korban bernama Mutoharoh (22) warga Desa Pasucen, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang. Korban ditemukan tewas oleh petugas hotel pada hari Rabu (17/5/2017) malam. Saat ditemukan korban tanpa ada identitas.

Dalam waktu 7 jam setelah temuan mayat tanpa identitas tersebut, Satreskrim Polres Pekalongan, berhasil mengungkap pelaku pembunuhan.

"Pelaku sudah kami amankan. Pelaku dengan nama panggilan Slamet warga Pemalang," kata Kasatreskrim Polres Pekalongan, AKP Agung Ariyanto di mapolres di Jl Rinjani, Tanjungsari, Kajen, Kamis (18/5/2017).

Mengenai motif pelaku melakukan pembunuhan Agung mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan. Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka.

"Kami masih memeriksa, tunggu sampai selesai," katanya.

Korban bersama teman kencan yang juga pelaku masuk ke hotelpada hari Rabu (17/5/2017) sekitar pukul 14.00 WIB. Korban datang berboncengan dengan seorang laki laki dengan identitas KTP seperti yang tertulis ketika check in hotel. 

Menurutnya keduanya berboncengan mengendarai sepeda motor jenis Honda Vario warna hitam No.Pol G-5887-PW. Ketika check in laki laki tersebut mengatakan kepada petugas hotel, tidak akan lama check in di hotel. KTP yang diserahkan pelaku kemudian diminta lagi. Petugas hotel hanya mencatat identitas dibuku tamu.

Pada Rabu sore berdasarkan keterangan petugas hotel lanjut Agung, sekitar pukul 16.30 WIB, pelaku keluar dari hotel sendirian. 

"Karena curiga, petugas hotel kemudian mengecek kamar yang ditempati. Pintu kamar terkunci dan saat diketuk tidak ada respon," kata Agung.

Petugas kemudian membuka dengan kunci cadangan. Saat pintu terbuka, korban ditemukan dalam kondisi tergeletak dilantai dekat tempat tidur. "Saat dicek korban sudah dalam kondisi meninggal dengan tubuh luka-luka," ungkap Agung.

Petugas hotel kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Pekalongan. Bersama saksi petugas hotel dan polisi kemudian memeriksa korban. Beberapa bagian tubuh korban ditemukan luka diantaranya luka lebam dibagian mata kanan dan mulut mengeluarkan darah. Posisi kepala berada di sebelah timur. 

Karena tidak ditemukan identitas, polisi kemudian memeriksa identitas yang tercatat dibuku tamu. Dalam waktu kurang dari 7 jam, pelaku berhasil dibekuk petugas. Polisi masih melakukan pemeriksaan dan mendalami motif pembunuhan. Antara korban dengan pelaku ternyata tempat tinggalnya berdekatan.