Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Otomotif. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Mei 2017

Toyota Sienta Buat Candu

Toyota Sienta Buat Candu

Toyota Sienta Buat Candu

Toyota, salah satu produsen mobil terbesar di dunia mengeluarkan produk terbaru. Namanya adalah Toyota All New Sienta. Produk ini sebenarnya telah hadir di negeri asalnya, Jepang pada beberapa tahun lalu. Namun di Indonesia produk ini baru ada tahun ini. Dengan 7 varian warna menarik, seperti orange metallic, black metallic, dark brown mica metallic, grey metallic, quartz brown metallic, silver metallicdan super white 2,mobil yang satu ini menjadi rekomendasi bagi kaum urban. Kecanggihan teknologi di dalamnya, baik dari segi eksteriornya dan interior dinilai mampu menjawab tantangan mobilitas kaum urban.

Nah, dalam rangka memperkenalkan kecanggihan dari Toyota Sienta kepada masyarakat lebih luas, untuk itulah Toyota Indonesia mengadakan Coverage Pop Up Playground Sienta Fashion Bazzar. Acara ini diselenggarakan di Flavor Bliss Plaza, Alam Sutera, Tangerang pada 3 Desember 2016. Berbagai orang dari latar belakang berbeda berbondong-bondong datang kemari. Tak terkecuali dengan para artis ibukota. Sebut saja Sarwendah, Olivia Jensen, Nicky Tirta hingga Aubri Beer.

Oh ya, dalam acara ini Toyota tidak semata memamerkan Sienta saja, namun juga memberikan suguhan hiburan dan wisata yang menarik bagi para pengunjung. Mulai dari pertunjukan musik, bazaar fashion bahkan hingga pertunjukkan fashion show. Sampai di situ saja? Tentu saja tidak. Bukan Toyota namanya jika tidak ‘total’. Toyota selaku penyelenggara juga mengadakan lomba foto berhadiah merchandise dan test drive. Lomba foto yang dimaksudkan di sini mudah sekali kok. Cukup berfoto di area mobil kemudian unggah di instagram atau facebook dan menyerahkannya ke petugas setempat, kita sudah bisa membawa pulang hadiah berupa boneka beruang Toyota. Untuk test-drivejuga caranya mudah. Tinggal mendatangi counter test-drive, kita juga sudah bisa merasakan bagaimana rasanya naik Toyota All New Sienta. Enaknya, kita memiliki dua opsi. Kita boleh jadi orang yang mengendarainya atau justru sekadar jadi penumpang karena sopirnya telah disediakan.

Memanfaatkan momen dan “mumpung” ikut dalam Kompasiana Coverage Pop Up Playground Sienta Fashion Bazaar awal Desember lalu, saya pun mencoba test driveToyota All New Sienta bersama 4 kompasianer lainnya. Saya penasaran secanggih dan sekece apa sih Toyota All New Sienta sampai membuat para artis ibukota berdecak kagum? Saya berpikir, kalau tidak sekarang mencobanya,kapan lagi? Akhirnya saya beserta 4 orang teman mendaftar ke petugas Toyota untuk mengikuti test driveToyota. Seorang sopir dari Toyota pun siap menemani kami keliling sejenak Flavor Bliss.

Kesan pertama menaiki Sienta adalah takjub. Ternyata tidak hanya eksterior atau bagian luarnya saja mobil ini tampak kece, namun juga interiornya. Desainnya begitu fashionable, selaras dengan kegiatan Toyota kali ini yang mengusung tema fashion.

Makin kagum saya dengan Sienta karena teknologi yang diterapkan di dalamnya begitu canggih. Di bagian depan di dalam mobil tersedia penyejuk minuman. Jadi jika kita membawa minuman dingin dan tetap ingin terasa dingin, tinggal letakkan saja minuman tersebut di dalam penyejuk. Dijamin minuman yang kita bawa tetap akan terjaga kadar kedinginannya!

Selain itu Sienta juga dilengkapi teknologi Touch Screen Audio System yang bisa terkoneksi dengan wi-fi. Sienta juga dilengkapi dengan teknologi peredam suara. Jadi jika sienta mengenai polisi tidur, kita tidak akan terganggu karena suaranya tidak akan terdengar di dalam. Seakan-akan berjalan di jalan biasa padahal telah melewati \jeglukan’.  

Meski kagum akan Sienta, tak serta merta membuat kami lupa untuk mengabadikan momen. Sepanjang perjalanan test drive beberapa kali kami melakukan wefie dan bahkan merekam video.  

Akhirnya setelah 3 kali putaran, selesai sudah test drive yang kami lakukan. Kami pun ‘terpaksa’ turun padahal kami masih ingin menikmatinya. Seketika Sienta membuat kami candu untuk ketagihan merasakan kecanggihannya di kesempatan lain.
Skuter yang Terinspirasi Kecantikan Pantai Italia

Skuter yang Terinspirasi Kecantikan Pantai Italia

Skuter yang Terinspirasi Kecantikan Pantai Italia

New Delhi - Piaggio India meluncurkan Vespa Elegante Special Edition. Skuter edisi khusus ini memiliki fitur dan daya tarik yang lebih elegan dibanding model standarnya.

Diberitakan NDTV, Vespa Elegante Special Edition tersedia dengan basis model Vespa SXL dan Vespa VXL 150. Piaggio mengklaim, Vespa Elegante Special Edition memancarkan nuansa keahlian Italia.

Skuter ini terinspirasi oleh kecantikan pantai di Italia. Vespa Elegante 150 Special Edition hadir dengan skema dua warna yaitu Beige Unico dan Pearl White.

Skuter ini juga dibekali jok terpisah untuk pengemudi dan penumpang yang berlapis kulit. Ada juga windshield kecil dan badge eksklusif 'Elegante'.

Melengkapi tampilan yang berbeda, Vespa Elegante 150 Special Edition dilengkapi dengan pelek 12 inci berdesain unik. Pelek itu dibalut dengan ban tubeless.

Soal mesin, Vespa Elegante 150 Special Edition masih menggendong mesin 150 cc satu silinder bertenga maksimal 11,4 bhp dengan torsi maksimal 11,5 Nm. Mesin dihubungkan dengan transmisi otomatis.

Di India, Vespa Elegante 150 Special Edition dibanderol mulai 95.077 rupee atau sekitar Rp 19,7 jutaan. (rgr/ddn)
KTM Masih Andalkan Mesin 2 Tak, Ada Injeksinya

KTM Masih Andalkan Mesin 2 Tak, Ada Injeksinya

KTM Masih Andalkan Mesin 2 Tak, Ada Injeksinya

Jakarta - Demi lingkungan yang lebih bersih, mesin 2 tak perlahan ditinggalkan. Namun, pabrikan asal Austria, KTM, ternyata masih mengandalkan mesin 2 tak itu.

Diberitakan Asphalt and Rubber, KTM menggunakan mesin 2 tak pada motor enduro. Namun, mesin 2 tak itu diperbarui dengan transfer port injection (TPI).

Tampaknya teknologi baru benar-benar bisa menjadi penyelamat motor bermesin dua tak di tengah standar emisi yang semakin ketat setiap tahunnya. Dan KTM pun memperbarui mesin 2 tak itu dengan teknologi anyar.

Pabrikan Jepang banyak yang sudah beralih ke mesin 4 tak. Tapi, KTM dan Husqvarna melihat, masih ada pasar untuk model enduro ringan yang memerlukan mesin 2 tak. (rgr/lth)
Pabrik Wuling di Cikarang Sudah Siap, Mulai 'Ngebul' di Kuartal III

Pabrik Wuling di Cikarang Sudah Siap, Mulai 'Ngebul' di Kuartal III

Pabrik Wuling di Cikarang Sudah Siap, Mulai 'Ngebul' di Kuartal III

Produsen mobil China, Wuling Motors (Wuling) selangkah lagi memulai kiprahnya di Indonesia. Pabrik Wuling di Greenland International Industrial Centre (GIIC), Cikarang, Jawa Barat, kini sudah siap beroperasi.

Pabrik akan mulai memproduksi produk pertama Wuling untuk pasar Indonesia, yang akan diluncurkan pada kuartal ketiga 2017. Kapasitas produksi tahunan pabrik ini mencapai 120.000 unit, Pabrik Wuling juga dilengkapi dengan teknologi 'Global Manufacturing System' (GMS).

Pada Agustus 2015 lalu, Wuling mengadakan upacara peletakan batu pertama sebagai tanda pembangunan pabrik dan Supplier Park dengan total investasi mencapai US$ 700 juta untuk keseluruhan proyek Wuling di Indonesia. 

"Kami sangat bangga dengan pabrik pertama kami di Indonesia. Pabrik ini menunjukkan keseriusan kami untuk memasuki pasar Indonesia, dan merupakan pencapaian penting bagi Wuling di Indonesia. Dalam waktu dekat, kami siap untuk memproduksi dan meluncurkan produk pertama kami di kuartal ketiga 2017," kata Direktur Senior Manufaktur Wuling Motors Arif Pramadana dalam siaran pers, Kamis (18/5/2017).

Pabrik Wuling akan menciptakan rantai industri hulu dan hilir, memberikan kontribusi bagi industri otomotif Indonesia, dan juga menciptakan 3.000 lapangan kerja untuk masyarakat lokal.

Pabrik Wuling telah dilengkapi dengan teknologi global General Motors (GM), yaitu 'Global Manufacturing System' (GMS) yang digunakan di seluruh pabrikan GM di seluruh dunia, termasuk Wuling di Indonesia untuk memastikan pabrik Wuling telah memenuhi standar internasional. Sistem ini memungkinkan Wuling untuk mencapai proses produksi yang efisien dan berkualitas tinggi. Selain itu, Wuling juga membangun Supplier Park dalam area pabrik untuk mendukung proses produksi.

Saat ini Wuling telah membawa 15 pemasok komponen internasional ternama dan juga bekerja sama dengan sekitar 20 pemasok komponen lokal untuk dapat berproduksi di Supplier Park Wuling. Para pemasok diharapkan untuk memulai kegiatan produksi di Supplier Park Wuling tahun ini. 

"Seperti yang sudah direncanakan, lebih dari separuh komponen untuk produk pertama Wuling akan menggunakan produk lokal. Ke depannya, diharapkan kontribusi pemasok komponen lokal dapat meningkat seiring dengan berkembangnya produksi Wuling," tambah Arif. (ddn/ddn)
Mobil Pesaing LCGC Terseok-Seok

Mobil Pesaing LCGC Terseok-Seok

Mobil Pesaing LCGC Terseok-Seok

Jakarta - Mobil-mobil perkotaan atau city car, harus menerima kenyataan pahit. Mobil-mobil, terutama di kelas city car makin kalah pamor dengan mobil LCGC (Low Cost and Green Car).

Hal ini terbukti dari data wholesales Gaikindo (pengiriman mobil ke diler) pada April 2017, yang diterima detikOto. Berbagai model pesaing LCGC sebut saja seperti Suzuki Celerio, Renault Kwid, Hyundai i10, dan Kia Picanto. Harus pasrah menerima kenyataan terseok-seoknya penjualan mereka di April 2017.

Kenyataan pahit harus diterima dengan penjualan yang sangat kecil, bahkan harus tidak menjual sama sekali. Dengan berbagai kondisi masing-masing yang ada.

Seperti Suzuki Celerio, yang tidak terkirim sama sekali ke konsumennya, begitu juga dengan Renault Kwid. Lain lagi dengan pabrikan Korea seperti Hyundai i10 yang hanya terjual 8 unit, dan KIA Picanto 6 unit saja.

Lain ceritanya dengan penjualan mobil LCGC di Indonesia pada April 2017. Model ini bisa dikatakan menjadi salah satu penopang seksinya industri otomotif di Indonesia.

Sebut saja seperti Honda Brio Satya yang mampu terkirim hingga 4.149 unit. Selanjutnya disusul Toyota Calya mencapai 5.861 unit, Toyota Agya mencapai 3.185 unit.

Begitu juga dengan Daihatsu Sigra yang mencapai 2.786 unit, Daihatsu Ayla 2.747 unit. Selanjutnya ada Datsun yang mampu terkirim 781 unit dan terakhir Wagon R mencapai 354 unit. Hmm, sangat jelas perbandingannya bukan, Otolovers?